Blog Sukapets

Cara Lengkap Membersihkan Telinga Kucing

Sama seperti telinga manusia, kuping atau telinga kucing juga memerlukan perawatan agar dapat menjaga kebersihan pada area tersebut, yang juga berguna untuk mencegah terjadinya berbagai hal yang tidak diinginkan pada kucing kesayangan.

Kotoran dapat dengan mudah menumpuk di dalam telinga kucing, yang apabila dibiarkan menumpuk terlalu lama akan meningkatkan kemungkinan risiko terjadinya infeksi pada telinga mereka.

Namun, seberapa sering kita harus membersihkan koroan pada telinga kucing? Tindakan apa yang harus dilakukan saat telinga kucing mengalami infeksi? Bagaimana cara mencegah infeksi tersebut? Dan bagaimana cara membersihkan telinga kucing dengan benar?

Pada artikel kali ini, kami akan menjelaskan dan memberikan cara lengkap membersihkan telinga kucing yang tepat sehingga kucing dapat terhindar dari masalah-masalah telinga yang mengganggu.

Manfaat Membersihkan Telinga Kucing

Memberikan telinga kucing pada saat kotoran menumpuk terlalu banyak akan dapat membantu menjaga kebersihan telinga dan mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur yang menyebabkan peradangan sehingga telinga kucing akan dapat berfungsi normal seperti biasanya.

Meskipun begitu, umumnya, telinga kucing tidak perlu untuk dibersihkan. Namun, untuk kucing dengan kondisi tertentu, kotoran pada telinga mereka akan menumpuk dengan cepat sehingga rentan terkena infeksi. Untuk kucing yang tidak mengalami kondisi tersebut sebaiknya tidak perlu dibersihkan telinganya, atau jangan terlalu sering membersihkannya.

Terlalu sering membersihkan telinga kucing di saat mereka tidak dalam kondisi yang membutuhkannya justru akan meningkatkan risiko infeksi akibat gesekan antara rongga telinga dengan alat pembersih.

Hanya bersihkan telinga kucing di saat kamu melihat adanya kotoran yang menumpuk pada telinga, atau saat tercium bau tidak sedap dari telinga mereka, yang menandakan adanya peradangan atau infeksi.

Infeksi Telinga Pada Kucing

Infeksi telinga pada kucing bisa terjadi dikarenakan berbagai macam faktor yang akan menimbulkan gejala atau ciri-ciri tertentu, tegantung dari apa yang menjadi penyebab terjadinya infeksi tersebut.

Infeksi telinga kucing yang berada di bagian luar lubang telinga atau di sekitarnya disebut dengan otitis externa, sementara infeksi yang terjadi pada bagian tengah saluran telinga disebut dengan otitis media, dan infeksi yang terjadi pada telinga bagian dalam disebut dengan otitis interna.

Saat kamu menemukan indikasi adanya infeksi telinga pada kucing, pastikan untuk segera membawa kucing tersebut ke dokter hewan untuk dilakukan pemeriksaan dan juga penanganan yang tepat sehingga tidak memperburuk kondisi mereka.

Berikut ini akan kami jelaskan beberapa hal terkait infeksi telinga pada kucing tersebut, mulai dari ciri-ciri, penyebab, dan juga cara mencegah infeksi telinga terjadi.

Ciri-Ciri Infeksi Telinga Pada Kucing

Infeksi yang terjadi pada telinga kucing dapat dilihat dari tanda dan gejala yang menyertainya. Beberapa tanda yang cukup jelas dapat terlihat apabila kamu memperhatikan perubahan perilaku atau kondisi telinga dari kucing tersebut. Berikut ciri-ciri infeksi telinga pada kucing yang dapat kamu perhatikan.

Penyebab Infeksi Telinga Pada Kucing

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan infeksi telinga pada kucing, mulai dari tungau, benda asing, alergi, dan lain sebagainya, sehingga sebaiknya harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter hewan guna mengetahui penyebab yang pasti dari infeksi tersebut.

Jangan berasumsi atau nekat mengambil tindakan sendiri, karena dikhawatirkan jusrru akan memperburuk infeksi telinga yang dialami oleh kucing.

Berikut adalah beberapa hal yang sering menjadi penyebab infeksi telinga pada kucing.

Tungau

Tungau adalah serangga yang berukuran kurang dari satu milimeter, dan sering masuk ke saluran telinga kucing sehingga menyebabkan terjadinya iritasi dan pembengkakan. Dokter hewan biasanya akan dapat mendiagnosis adanya tungau dengan melakukan analisa pada kotoran telinga kucing dan kemudian mereka akan merekomendasikan pembersih anti-parasit untuk membantu membasmi tungau tersebut.

Alergi Kulit

Apabila kucing menderita alergi, baik itu alergi makanan, parasit, dan lain sebagainya, maka biasanya reaksi yang ditimbulkan adalah rasa gatal yang kemungkinan juga akan terjadi di sekitar telinga. Garukan kucing pada area telinga yang diakibatkan oleh rasa gatal akibat alergi tersebut bisa menimbulkan iritasi dan infeksi pada telinga kucing. Beberapa ras kucing yang dikenal rentan memiliki alergi antara lain adalah kucing Himalaya, Persia, dan Abyssinian.

Luka atau Cedera Pada Telinga

Luka atau cedera yang tidak dibersihkan dengan benar juga bisa menyebabkan infeksi. Hal ini terutama sangat umum ditemukan bagi kucing yang sering berkeliaran di luar rumah, yang mana biasanya mereka kembali dengan tubuh penuh luka atau cedera. Apabila luka ini terjadi di sekitar area telinga dan tidak segera dibersihkan dengan baik, maka akan dapat menimbulkan iritasi dan meningkatkan risiko infeksi pada telinga kucing tersebut. Segera bawa kucing ke dokter hewan apabila kamu tidak tahu bagaimana cara membersihkan luka dengan baik.

Kemasukan Benda Asing

Lubang telinga kucing sangatlah rentan untuk kemasukan benda asing seperti rerumputan, pasir, kerikil, atau tanah. Segera periksa telinga kucing apabila kamu melihat kucing peliharaan sedang menggaruk-garuk area telinga, untuk melihat apakah ada benda asing yang masuk ke lubang telinga atau tidak. Guna menghindari luka atau infeksi yang lebih parah, segera bawa kucing ke dokter hewan supaya benda asing yang masuk ke telinga mereka bisa dikeluarkan dengan aman.

Penumpukan Kotoran Telinga

Ini penting untuk jaga kebersihan telinga kucing Anda. Terlalu banyak kotoran yang terkumpul dari petualangan sehari-hari atau tumpukan lilin yang berlebihan merupakan lingkungan yang sempurna bagi bakteri untuk mulai berkembang. Jadi bersihkan telinga kucing Anda secara teratur untuk mencegah kemungkinan infeksi.

Diabetes

Kucing yang menderita diabetes mellitus akan sering berada di dalam kondisi di mana luka pada tubuh mereka sangat sulit untuk mengering, sehingga apabila luka terjadi di bagian telinga kucing, sangatlah umum terjadi peradangan dan infeksi sehingga harus segera diberikan penanganan.

Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun yang menyerang kucing akan dapat menimbulkan koreng (keropeng), sisik, atau kerak pada area-area di tubuh mereka, termasuk di area telinga. Kucing yang merasa gatal akan menggaruk area tersebut yang kemudian bisa menyebabkan infeksi.

Tumor atau Polip

Tumor atau polip yang tumbuh di saluran telinga kucing akan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa bagi kucing, yang mana satu-satunya cara untuk menyembuhkannya adalah dengan membawanya ke dokter hewan untuk dilakukan operasi.

Kerusakan Gendang Telinga

Gendang telinga kucing yang rusak akibat trauma atau cedera akan dapat menyebabkan kucing sering kehilangan keseimbangan, inkoordinasi, kehilangan pendengaran, dan juga peradangan pada saluran telinga.

Bakteri dan Jamur

Bakteri dan jamur yang tumbuh tidak terkendali di dalam telinga kucing juga dapat menyebabkan infeksi dan iritasi, serta sangat umum disertai dengan pembengkakan. Pertumbuhan dari bakteri dan jamur ini biasanya diakibatkan kondisi telinga kucing yang tidak bersih, memiliki penyakit kulit, atau akibat peradangan yang disebabkan oleh alergi/

Cara Mencegah Infeksi Telinga Pada Kucing

Satu-satunya cara mencegah infeksi telinga pada kucing adalah dengan memeriksa telinga mereka secara rutin, dan hanya membersihkannya apabila ada kotoran yang menumpuk terlalu banyak (di luar batas normal) saja.

Pastikan tidak ada luka, warna kemerahan, peradangan, tumpukan kotoran berlebih, dan juga bau yang tidak sedap dari telinga kucing, serta segerakan membawa mereka ke dokter hewan untuk diperiksa apabila kamu merasa ada sesuatu yang tidak biasa dari perilaku kucing, seperti sering mengaruk telinga, kehilangan keseimbangan, dan lain sebagainya seperti yang telah kami jelaskan pada bagian ciri-ciri infeksi telinga pada kucing.

Jangan memaksakan untuk membersihkan telinga kucing sendiri apabila kamu belum tahu bagaimana cara melakukannya, atau belum pernah melakukannya sebelumnya, kecuali apabila kamu telah mendapatkan instruksi yang jelas dari dokter hewan terkait hal tersebut.

Kapan dan Berapa Sering Telinga Kucing Harus Dibersihkan?

Seperti telah kami jelaskan sebelumnya, kucing umumnya tidak memerlukan pembersihan telinga secara berkala. Namun, sangat disarankan untuk tetap memeriksa kondisi telinga kucing kesayangan setiap saat.

Pemeriksaan ini sangat penting untuk dilakukan terutama kalau kucing milikmu adalah kucing yang aktif berkeliaran di luar rumah dan bukan kucing rumahan, yang akan lebih mudah terkontaminasi oleh debu, kotoran, dan tungau, dari area sekitarnya.

Bersihkan telinga kucing apabila kamu melihat adanya tumpukan kotoran, tetapi jangan pernah membersihkan telinga kucing apabila kamu melihat adanya kemerahan, iritasi, tungau, atau tanda-tanda iritasi lainnya (seperti bau yang tidak sedap).

Segera bawa kucing ke dokter hewan apabila kamu melihat tanda-tanda tersebut pada telinga kucing, untuk segera dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut sehingga kucing bisa mendapatkan perawatan yang tepat.

Biasakan memegang telinga kucing semenjak dini agar mereka terbiasa dan tidak lagi merasa gugup, panik, stres, atau ketakutan saat kamu membersihkan telinga mereka pada saat kucing beranjak dewasa.

Perlengkapan dan Persiapan Untuk Membersihkan Telinga Kucing

Sebelum mulai membersihkan telinga kucing yang kotor, sebaiknya kamu melakukan konsultasi dengan dokter hewan untuk memastikan tidak ada infeksi atau peradangan pada telinga kucing, dan untuk menyiapkan alat-alat pembersih yang tepat dan baik untuk telinga kucing.

Persiapan dalam membersihkan telinga kucing tidaklah rumit, kamu hanya memerlukan beberapa perlengkapan sebagai berikut:

  1. Cairan pembersih yang mengandung formula khusus untuk membersihkan telinga kucing
  2. Kapas yang lembut atau kain kasa
  3. Handuk atau selimut untuk membuat kucing tetap nyaman (opsional)
  4. Camilan kucing yang digunakan sebagai hadiah untuk mereka

Jangan membersihkan telinga kucing menggunakan cotton bud karena dapat meningkatkan risiko kotoran terdorong masuk semakin dalam yang justru akan meningkatkan risiko terjadinya infeksi. Selain itu, menggunakan cotton bud juga dapat menimbulkan risiko kerusakan pada gendang telinga apabila kamu mendorongnya terlalu dalam.

Cara Membersihkan Telinga Kucing

Setelah peralatan dan perlengkapan sudah kamu siapkan, selanjutnya kamu akan bisa memulai proses pembersihan telinga.

Sekali lagi, pastikan tidak ada tanda-tanda infeksi pada telinga kucing yang ingin dibersihkan demi mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Berikut adalah langkah-langkah untuk membersihkan telinga kucing.

  1. Duduk di sofa atau bangku dengan posisi nyaman, kemudian letakkan kucing pada pangkuanmu.
  2. Selimuti seluruh tubuh kucing agar mereka merasa nyaman dan rileks.
  3. Pegang daun telinga kucing dengan satu tangan dan tarik ke belakang secara perlahan guna membuka saluran telinga sehingga mudah untuk dibersihkan.
  4. Jangan melanjutkan proses pembersihan apabila kamu menemukan gejala infeksi dan peradangan, atau bau yang tidak sedap dari telinga kucing tersebut, yang mana sebaiknya harus ditangani oleh dokter hewan.
  5. Apabila tidak ditemukan tanda-tanda tersebut, lanjutkan proses pembersihan telinga.
  6. Ambil cairan pembersih dengan tangan yang tidak sedang menarik daun telinga, kemudian teteskan cairan tersebut secukupnya ke dalam lubang telinga kucing.
  7. Cairan kemungkinan akan sedikit menetes dari lubang telinga kucing, namun itu bukanlah masalah. Hindari sentuhan antara ujung botol atau ujung pipet cairan pembersih dengan telinga kucing, karena takutnya akan menyebarkan bakteri.
  8. Pijat area telinga kucing bagian luar dengan lembut, terutama pada area di bawah lubang telinga, dan pastikan cairan berhasil masuk ke dalam lubang telinga kucing. Lakukan proses ini selama kurang lebih 30 detik.
  9. Sambil masih memegang daun telinga, seka kotoran telinga dengan bola kapas atau kain kasa secara lembut dan perlahan.
  10. Kucing kemungkinan akan menggelengkan kepala dan sedikit meronta saat cairan pembersih masuk ke dalam telinga, yang mana hal itu adalah hal yang baik, karena dengan demikian cairan akan masuk semakin dalam ke saluran telinga kucing.
  11. Kembali seka kotoran telinga dengan bola kapas atau kasa, sambil tetap memegang daun telinga mereka dengan satu tangan seperti sebelumnya.
  12. Jangan pernah memasukkan bola kapas atau kasa terlalu dalam ke saluran telinga kucing, dan hanya bersihkan sebatas yang bisa terjangkau oleh jari.
  13. Ulangi proses yang sama untuk telinga yang satunya.
  14. Jangan lanjutkan proses pembersihan telinga apabila kucing terlihat kesakitan karena dikhawatirkan adanya infeksi atau peradangan yang tidak terlihat oleh mata. Segera bawa kucing ke dokter hewan apabila hal itu terjadi supaya dapat dilakukan pemeriksaan.
  15. Jangan membersihkan telinga kucing melebihi apa yang disarankan oleh dokter hewan.
  16. Setelah selesai membersihkan telinga kucing, berikan camilan kepada kucing sebagai hadiah.

Saat mempraktikkan langkah-langkah membersihkan telinga kucing yang kami berikan di atas, jangan lupa untuk memperhatikan beberapa catatan penting yang kami berikan, dan segera hentikan proses pembersihan apabila diperkirakan adanya infeksi atau peradangan pada telinga kucing kesayanganmu.

Apabila kamu tidak berani atau merasa tidak sanggup melakukannya sendiri, kamu bisa meminta bantuan seseorang yang sudah biasa membersihkan telinga kucing dengan benar, dan tentunya kamu juga selalu dapat membawa kucing ke dokter hewan untuk dibersihkan telinganya, yang mana itu akan lebih baik ketimbang memaksakan diri dan malah berujung menimbulkan luka, infeksi, atau radang pada telinga kucing.